Jakarta, CNN Indonesia

Jordan Henderson mengatakan tidak akan mengenakan ban kapten pelangi yang identik dengan simbol LGBT saat memimpin Al Ettifaq demi menghormati kebudayaan dan agama di Arab Saudi.

“Saya tidak akan mengesampingkan hal itu [perjuangan untuk komunitas LGBT]. Namun pada saat yang sama, yang tidak akan saya lakukan adalah tidak menghormati agama dan budaya di Arab Saudi,” ucap Jordan Henderson ketika ditanya soal menggunakan ban kapten pelangi di Al Ettifaq dikutip dari BEIN┬áSports.

“Dengan melakukan hal seperti itu, jika itu tidak menghormati agama, maka tidak, saya tidak akan melakukan itu. Tapi jika ada kesempatan di mana saya bisa melakukannya dan ternyata tidak, maka ya, karena itulah nilai-nilai saya,” kata Jordan Henderson menambahkan.

Jordan Henderson pun meminta maaf atas segala kerugian yang ditimbulkan terhadap komunitas LGBTQ+ setelah kepindahan dirinya dari Liverpool ke Al Ettifaq di Liga Arab Saudi.

Pemain berusia 33 tahun ini sempat dikritik oleh komunitas LGBT karena dinilai dirinya sudah tidak bisa membantu memperjuangkan komunitas homoseksual setelah pindah klub dari Inggris ke Arab Saudi.

Namun Jordan menegaskan dirinya tidak akan berubah meskipun sudah pindah ke Arab Saudi.

“Saya dapat memahami rasa frustrasinya. Saya bisa memahami kemarahannya. Saya mengerti. Yang bisa saya katakan adalah saya menyesal mereka merasa seperti itu,” kata Henderson.

“Niat saya tidak pernah menyakiti siapa pun. Niat saya selalu membantu tujuan dan komunitas di mana saya merasa mereka telah meminta bantuan saya,” ucap Henderson menambahkan.

[Gambas:Video CNN]

(rhr)