Jakarta, CNN Indonesia

Mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), Pinkan, belum mendapatkan titik terang dari upaya pengajuan keberatan terkait uang kuliah tunggal (UKT) yang ditetapkan kampus pelat merah itu.

Pinkan diterima di UI lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) lalu dia dikenakan pihak UKT sebesar Rp17,5 juta per semester oleh pihak kampus.

Namun Pinkan menilai nominal UKT itu sangat tinggi, sehingga dia mengajukan keberatan pada pihak kampus.

Jawaban dari pihak kampus justru tak membantu sama sekali. Pinkan malah disarankan untuk mencicil UKT-nya per semester itu.

Lewat layanan aplikasi pesan kepada CNNindonesia.com, Jumat (16/6), Pinkan memperlihatkan balasan dari pihak kampus itu soal keberatannya atas UKT.

Berikut isi balasannya:

Penentuan UKT ini berdasarkan informasi yang anda berikan. Nilai UKT adalah per semester (6 bulan) bukan per bulan. Sehingga bila dihitung per bulan, UKT anda adalah kurang dari 3 juta. Kami mengusulkan anda untuk mengambil skema cicilan bila dipandang memberatkan.”

Balasan dari UI itu dikirim lewat situs resmi https://ukt.ui.ac.id/home pada 8 Juni lalu.

Pinkan tetap tuntut keringanan

Pinkan menyebut setelah menerima informasi tersebut, orangtuanya mengaku rela membayar Rp17,5 dengan skema cicilan walau memberatkan bagi mereka.

Namun, Pinkan berharap UI memberi keputusan akhir yang adil. Pasalnya dia tak tega membiarkan orang tuanya membayar UKT yang mahal itu. Dia berharap UI akan memberikan keputusan akhir yang adil.

“Orang tua sendiri dukung tetap untuk lanjut pendidikan walau segitu, tentunya butuh planning pengeluaran yang berbeda sih,” ucap Pinkan┬ákepada CNNIndonesia.com.

“Tapi saya sendiri masih mau mencoba agar diringankan,” imbuhnya.




Pinkan Rafa Shakila (18), mahasiswa baru UI dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2023.Pinkan Rafa Shakila (18), mahasiswa baru UI dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2023. (CNN Indonesia/Poppy Fadhilah)

Dia berharap paling tidak UKT yang ditetapkan kampus untuk dirinya di bawah Rp10 juta, sehingga terasa lebih ringan.

“Akhirnya kasih tahu dan mereka (orang tua) kaget sampai diam sebentar. Sempat nanya kenapa bisa segitu. Karena berharap paling mahal di angka Rp8-10 juta,” ucapnya.

“[Kalau tidak bisa turun] mungkin saya akan ambil opsi cicil biar bisa lihat keadaan,” sambung Pinkan.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengungkapkan sebanyak 800 mahasiswa baru (maba) mengajukan keberatan kepada pihak kampis atas penetapan UKT)

Ketua BEM UI Melki Sedek Huang menyebut jumlah UKT yang ditetapkan kepada ratusan maba itu di luar kemampuan mereka.

“Totalnya ada 800an mahasiswa baru yang mengajukan keberatan,” kata Melki kepada CNNIndonesia.com.

Pihak UI telah merespons kabar ratusan mahasiswa baru jalur SNBP yang keberatan dengan biaya perkuliahan. Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia menjelaskan bahwa mekanisme dalam penetapan biaya kuliah dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Pada prinsipnya, jelas Amelita, tidak ada mahasiswa yang sudah diterima di UI tidak jadi kuliah karena alasan finansial.

Amelita menjelaskan ada mahasiswa yang dikenai biaya kuliah Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Sebab, besaran uang kuliah disesuaikan dengan profil dan latar belakang mahasiswa.

“Biaya kuliah yang ditetapkan tersebut kemudian ada yang diterima oleh mahasiswa, ada yang mengajukan permohonan pembayaran biaya kuliah dengan menyicil, ada pula yang mengajukan proses validasi ulang karena berbagai hal seperti yang saat ini sedang berlangsung,” ujar Amelita kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/6) malam.

(yla/kid)


[Gambas:Video CNN]