Jakarta, CNN Indonesia

Victor Pinchuk adalah salah satu orang terkaya di Ukraina. Ia mengumpulkan pundi-pundi hartanya melalui produsen pipa dan roda kereta api Interpipe, perusahaan konsultan investasi EastOne Group LLC, hingga media lewat Starlight Media.

Per Sabtu (6/8), Forbes melaporkan total kekayaan Pinchuk mencapai US$2,1 miliar atau berkisar Rp31,5 triliun (asumsi kurs Rp15 ribu per dolar AS). Berkat kekayaanya ia masuk daftar 1.500 orang terkaya di dunia.

Dilansir dari berbagai sumber, Pinchuk lahir di Kyiv, Uni Soeviet (sekarang Ukraina), pada 14 Desember 1960. Ia besar di keluarga insinyur Yahudi yang sederhana. Masa kecilnya dihabiskan di kota industri Dnipropetrovsk, Ukraina timur.

Pinchuk muda mengikuti jejak orang tuanya di bidang metalurgi. Ia lulus dari Institut Metalurgi Dnipropetrovsk dengan gelar doktor di bidang teknik industri pada 1987. Kala itu, ia sudah menikah dengan Elena Arshava.

Setelah lulus, ia sempat bekerja pada sebuah pabrik pipa di Belarus. Namun, perusahaannya tidak menghargai pipa hasil rancangannya. Alhasil, ia memutuskan untuk keluar dan mendirikan perusahaan sendiri.

Pada 1990, setahun sebelum Uni Soviet runtuh, Pinchuk mendirikan Interpipe Company yang akan menjadi pabrik metalurgi terkemuka.

“Kewirausahaan ada dalam darah saya…Saya sangat menyukai uang,” ujar Pinchuk dalam salah satu wawancaranya dengan¬†Financial Times pada 2009 lalu.

Seperti layaknya oligarki yang lahir di era 1990, Pinchuk mendapatkan keuntungan dari perestroika yang mereformasi birokrasi dan ekonomi Soviet.

Pinchuk mampu membesarkan bisnisnya berkat kejeliannya mengisi kekosongan rantai pasok industri. Satu waktu ia membeli batu bara dari penambang Ukraina lalu menghantarkannya menjadi bagian dari rantai produksi besi kasar (pig iron).

Ia juga pandai membawa diri dan berteman dengan orang-orang berpengaruh. Salah satu koneksi pentingnya adalah presiden kedua Ukraina, Leonid Kuchma, yang juga merupakan ayah mertuanya.

Kuchma menjabat sebagai orang nomor satu Ukraina pada 1994-2005. Selama masa pemerintahannya, korupsi dan kapitalisme kroni marak di Ukraina.




Ukrainian businessman and oligarch Victor Pinchuk delivers a speech during a Ukrainian event on the side line of the World Economic Forum (WEF) annual meeting in Davos on January 19, 2023. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP)Victor Pinchuk adalah salah satu orang terkaya di Ukraina dengan harta US$2,1 miliar. Kekayaannya berasal dari perusahaan pipa baja Interpipe. (AFP/FABRICE COFFRINI).

Pada 1996, Pinchuk pertama kali bertemu dengan Olena, putri Kuchma, di sebuah pesta. Pertemuan tersebut ternyata menumbuhkan benih-benih cinta terlarang lantaran keduanya saat itu sudah memiliki pasangan.

Namun, keduanya akhirnya memutuskan bercerai dari pasangan masing-masing sebelum akhirnya menikah pada 2002.

Sebagai menantu Kuchma, Pinchuk mendapatkan keuntungan. Pada 2004, misalnya, Pinchuk dan sesama konglomerat, Rinat Akhmetov, membeli pabrik baja Kryvorizhstal sekitar US$800 juta, di bawah harga pasar. Pembelian itu akhirnya dianulir oleh pemerintahan Yulia Tymoshenko setelah Kuchma jatuh.

Pada 2006, Pinchuk melihat peluang dari bisnis investasi dengan mendirikan East One LLC. Perusahaan advisory itu memberikan layanan manajemen investasi strategis kepada klien.

Selang tiga tahun, Pinchuk mendirikan perusahaan media Starlight Media. Starlight Media kini menjadi perusahaan media terbesar di Ukraina yang mengoperasikan enam stasiun TV dan perusahaan iklan.

Sang Filantropi

Selain menjadi pengusaha sukses, Pinchuk juga dikenal sebagai seorang dermawan. Ia tak segan untuk menyumbangkan dana besar demi membangun Ukraina.

Untuk kegiatan amalnya, ia mendirikan Victor Pinchuk Foundation pada 2006 lalu. Yayasan itu menjadi media Pinchuk beramal di sejumlah bidang mulai dari pendidikan, kesehatan, hubungan internasional, budaya hingga hak asasi manusia.

Salah satu program yayasan tersebut adalah memberikan beasiswa kepada sejumlah pelajar Ukraina yang ingin menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.

Tak hanya itu, pada Februari 2013 lalu, Pinchuk menandatangani prakarsa Giving Pledge (Janji Pemberian) yang didirikan oleh sesama konglomerat, Warren Buffett dan Bill Gates.

Inisiatif tersebut mendorong orang-orang terkaya di dunia untuk mendedikasikan sebagian besar kekayaan mereka untuk tujuan amal.

Pinchuk juga sempat menjadi anggota parlemen Ukraina selama dua periode pada 1998 hingga 2006.

Saat ini, ia menghabiskan masa tuanya bersama sang istri, Olena Pinchuk. Ia diketahui memiliki empat orang anak.

[Gambas:Video CNN]

(agt)